Transformasi Pelayanan Puskesmas: Menuju Layanan Pasien yang Ramah, Cepat, dan Berkualitas
[Penatahan, 18 Oktober 2025] – Dalam upaya mempercepat peningkatan mutu layanan kesehatan di tingkat pertama, UPTD Puskesmas Penebel II menggelar sebuah pertemuan penting bertema “Transformasi Pelayanan Puskesmas Menuju Pelayanan Pasien Terbaik” secara hybrid yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas yaitu dr. Panggah Pramono. Acara yang dihadiri oleh seluruh staf Puskesmas Penebel II, ini menjadi momentum untuk menyamakan visi bahwa Puskesmas bukan hanya tempat berobat, tetapi juga rumah bagi pelayanan kesehatan yang ramah, cepat, dan berkualitas.
Acara dibuka dengan pemaparan mengenai posisi strategis Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan nasional. Puskesmas memiliki peran penting dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui layanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Namun, untuk bisa memberikan pelayanan yang “excellent”, dibutuhkan bukan hanya semangat melayani, tapi juga dukungan nyata berupa sumber daya manusia yang kompeten, sarana yang memadai, sistem kerja yang efisien, dan kebijakan daerah yang berpihak pada pelayanan masyarakat.

Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). Baik tenaga medis seperti dokter, bidan, perawat, hingga staf administrasi, semuanya perlu mendapatkan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan. Misalnya, pelatihan komunikasi empatik untuk dokter dan bidan, atau penguatan etika pelayanan publik untuk tenaga administrasi. Kepala Puskesmas pun dituntut tidak hanya sebagai manajer, tetapi sebagai pemimpin transformasional yang bisa menginspirasi perubahan di lapangan. Disiplin kerja, evaluasi berbasis kinerja, hingga penghargaan untuk SDM berprestasi menjadi bagian dari strategi penguatan ini.
Dari sisi fasilitas, transformasi Puskesmas juga menyasar pada peningkatan kenyamanan dan kelayakan sarana prasarana. Harapannya, ruang tunggu yang sejuk dan bersih, toilet yang higienis, serta akses yang ramah bagi penyandang disabilitas akan menjadi standar di semua Puskesmas. Selain itu, penyediaan alat medis yang lengkap seperti USG dan sistem rekam medis elektronik menjadi target dalam kurun tiga tahun ke depan. “Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang nyaman dan aman, meski mereka berada di wilayah terpencil sekalipun.
Tidak kalah penting adalah penyusunan dan penegakan prosedur pelayanan yang jelas dan transparan. Setiap jenis layanan, mulai dari rawat jalan, imunisasi, hingga pelayanan gizi, harus memiliki SOP yang mudah dipahami oleh pasien. Target waktu tunggu juga dipatok maksimal 15 menit, demi memastikan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas. Sistem antrean digital, layanan pengaduan melalui WA atau web resmi, serta tim manajemen mutu dan keselamatan pasien di setiap Puskesmas menjadi solusi konkret yang ditawarkan dalam forum ini. Dengan begitu, pasien merasa dihargai, bukan dipersulit.

Selain itu, transformasi pelayanan Puskesmas juga menyentuh penguatan tata kelola dan sistem digitalisasi. Perencanaan program kesehatan kini diarahkan berbasis data dan anggaran berbasis kinerja. Rekam medis elektronik, layanan telemedicine, dashboard monitoring layanan, hingga pelaporan digital menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan akuntabilitas layanan. Bahkan, di beberapa wilayah, Puskesmas mulai bereksperimen dengan telekonsultasi jarak jauh, agar warga di daerah pelosok tetap bisa mengakses tenaga medis .
Pertemuan ini ditutup dengan penegasan bahwa keberhasilan transformasi pelayanan Puskesmas tidak bisa dilakukan sendirian. Perlu kolaborasi dengan masyarakat, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta organisasi profesi. Bahkan, keterlibatan media sosial dan website resmi menjadi sarana efektif untuk menjembatani komunikasi dua arah antara Puskesmas dan masyarakat. Dengan semangat gotong-royong dan komitmen dari semua pihak, besar harapan bahwa Puskesmas masa depan akan menjadi tempat yang tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga membahagiakan pasiennya.


UPTD Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya Pertama untuk Penyelarasan Program dan Target Kinerja
Perkuat Sinergi Lintas Sektor, UPTD Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya ke IV
PELAYANAN DOKTER SPESIALIS ANAK DAN KANDUNGAN HADIR DI UPTD PUSKESMAS PENEBEL II
Grebek Sampah Warnai Peringatan HUT Kota Singasana ke-532 dan HKN ke-61: Ratusan Peserta Bergerak Serentak di Penebel
“HKN Goes To School” di SMP Negeri 2 Penebel: Edukasi Bahaya Rokok Bagi Kesehatan
Bupati Tabanan Gelar Bungan Desa ke-60 di Desa Rejasa, Kecamatan Penebel: Dekatkan Pemerintah dengan Masyarakat Lewat Layanan Terpadu
IMPLEMENTASI CORE VALUE ASN BERAKHLAK