Pengawasan Terpadu Puskesmas Penebel II, Pastikan SPPG Jegu Penuhi Standar Gizi dan Kesehatan
UPTD Puskesmas Penebel II terus meningkatkan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah kerjanya, salah satunya adalah SPPG Jegu. Fasilitas ini berlokasi di Jalan Batukau, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, dan menjadi pusat penting dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan. Pengawasan berkala dilakukan guna memastikan mutu, keamanan, dan kelayakan pangan yang diproduksi tetap terjaga sesuai standar kesehatan.

Pada hari Selasa, 14 April 2026, tim dari UPTD Puskesmas Penebel II turun langsung melakukan pengawasan ke SPPG Jegu. Tim tersebut terdiri dari Program Kesehatan Lingkungan, Program Gizi, serta Program Promosi Kesehatan. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan sanitasi lingkungan, proses pengolahan makanan, hingga edukasi kepada para penjamah pangan terkait pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap tahapan produksi.
SPPG Jegu saat ini didukung oleh total 49 tenaga kerja yang terdiri dari 3 pegawai kantor dan 46 relawan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang penjamah makanan telah memiliki sertifikat pelatihan keamanan pangan siap saji atau sertifikat kompetensi. Hal ini menunjukkan adanya upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menjaga kualitas produksi makanan, meskipun masih diperlukan peningkatan jumlah tenaga bersertifikat agar seluruh proses produksi memenuhi standar optimal.

Dalam operasionalnya, SPPG Jegu mampu melayani hingga 2.051 porsi makanan setiap hari. Pangan yang dihasilkan didistribusikan ke beberapa wilayah, antara lain Desa Jegu dan Desa Riang Gede dengan sasaran murid PAUD dan SD beserta guru. Selain itu, distribusi juga mencakup Desa Penatahan yang menyasar siswa dan guru SMP Negeri 2 Penebel. Tidak hanya terbatas pada wilayah kerja UPTD Puskesmas Penebel II, distribusi juga menjangkau sekolah di luar wilayah seperti SMP Negeri 1 Penebel dan SMA Negeri 1 Penebel.
Ke depan, cakupan sasaran SPPG Jegu direncanakan akan diperluas. Tidak hanya melayani siswa dan tenaga pendidik, program ini juga akan menyasar kelompok B3, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Perluasan ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat sejak dini serta mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut.
Saat ini, pihak SPPG Jegu masih melakukan koordinasi intensif dengan pihak puskesmas dan pemerintah desa terkait. Pendataan sasaran terus dilakukan untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Dengan sinergi lintas sektor ini, diharapkan program SPPG Jegu dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif yang luas bagi kesehatan masyarakat di Kecamatan Penebel.

UPTD Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya Pertama untuk Penyelarasan Program dan Target Kinerja
Perkuat Sinergi Lintas Sektor, UPTD Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya ke IV
PELAYANAN DOKTER SPESIALIS ANAK DAN KANDUNGAN HADIR DI UPTD PUSKESMAS PENEBEL II
Grebek Sampah Warnai Peringatan HUT Kota Singasana ke-532 dan HKN ke-61: Ratusan Peserta Bergerak Serentak di Penebel
“HKN Goes To School” di SMP Negeri 2 Penebel: Edukasi Bahaya Rokok Bagi Kesehatan
Transformasi Pelayanan Puskesmas: Menuju Layanan Pasien yang Ramah, Cepat, dan Berkualitas
“CERDIK” Menuju Hidup Sehat Tanpa Penyakit Tidak Menular
Pengawasan Terpadu Puskesmas Penebel II, Pastikan SPPG Jegu Penuhi Standar Gizi dan Kesehatan
Ancaman Amputasi pada Penderita Kencing Manis akibat Diabetic Foot
Batu Ginjal dan Dampaknya: Kenali Sebelum Terlambat