Skrining Kasus Aktif Kusta pada Anak Sekolah Dasar (SD): Upaya Pencegahan dan Eliminasi
Skrining Kasus Aktif Kusta pada Anak Sekolah Dasar (SD): Upaya Pencegahan dan Eliminasi
Pemerintah Kabupaten Penatahan, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan pihak sekolah, telah mengidentifikasi kasus aktif kusta atau frambusia di kalangan anak-anak sekolah dasar di beberapa wilayah. Kegiatan pemeriksaan ini bertujuan untuk menemukan dan menangani kasus kusta/frambusia sejak dini, guna mencegah perkembangan lebih lanjut yang dapat menyebabkan kecacatan permanen. Penemuan kasus ini sangat penting sebagai bagian dari upaya nasional untuk mempercepat eliminasi kusta di Indonesia. Pemeriksaan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 19, 20, 21, 23, 27, dan 28 September 2024, dan akan dilaksanakan di enam sekolah dasar, yaitu SD 2 Penatahan, SD 6 Penatahan, SD 2 Jegu, SD 3 Jegu, SD 1 Riang, dan SD 3 Riang.
Kegiatan pemeriksaan ini melibatkan tenaga medis terlatih yang akan memeriksa kulit anak-anak untuk mendeteksi gejala kusta/frambusia. Gejala-gejala yang dicari meliputi kelainan kulit yang berbatas tegas, mati rasa, kulit yang tidak berkeringat, serta luka-luka tidak nyeri di telapak kaki. Pemeriksaan juga akan fokus pada bengkak dan benjolan di wajah serta telinga, penebalan saraf di siku dan lutut, dan hilangnya bulu mata serta alis (madarosis). Deteksi dini dari gejala-gejala ini memungkinkan penanganan lebih cepat dan efektif, mengurangi risiko kecacatan yang dapat terjadi jika penyakit ini tidak diobati dengan tepat.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat eliminasi kusta/frambusia di Indonesia, yang masih menjadi masalah kesehatan di beberapa daerah. Kusta, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae, dapat menimbulkan dampak serius jika tidak diobati secara cepat dan efektif. Penanggulangan kasus sejak dini sangat penting untuk mencegah penularan lebih lanjut dan mengurangi dampak sosial serta ekonomi yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dan pengobatan kusta, serta mendorong orang tua untuk lebih peduli terhadap kesehatan kulit anak-anak mereka.
Pemeriksaan di sekolah-sekolah ini merupakan langkah proaktif dalam memerangi kusta/frambusia dan menunjukkan komitmen pemerintah serta lembaga kesehatan terhadap kesehatan anak-anak di wilayah tersebut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami gejala kusta dan mengambil tindakan preventif yang diperlukan. Kegiatan ini juga mencerminkan kerja sama yang baik antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama dalam mengeliminasi kusta dan memastikan kesehatan serta kesejahteraan generasi mendatang. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat terus maju dalam upaya pemberantasan kusta dan mencapai target eliminasi yang telah ditetapkan.

“Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Indonesia: Sekarang Bisa Setiap Waktu, Bukan Cuma Saat Ulang Tahun”
Puskesmas Penebel II: Refleksi Tahun 2024 dan Semangat Menyongsong Tahun 2025
Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan di UPTD Puskesmas Penebel II Meski Cuti Bersama
UPTD Puskesmas Penebel II Mengikuti Tirta Yatra Dalam Rangakaian HUT Kesehatan ke-60 di Pura Petali
“Puskesmas Keliling Hadir di Banjar Riang Kelod: Warga Desa Riang Gede Nikmati Pelayanan Kesehatan”
Pelaksanaan Program BIAS di Wilayah Kerja Puskesmas Penebel II
UPTD Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya Pertama untuk Penyelarasan Program dan Target Kinerja
IMPLEMENTASI CORE VALUE ASN BERAKHLAK
Perkuat Sinergi Lintas Sektor, UPTD Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya ke IV
PELAYANAN DOKTER SPESIALIS ANAK DAN KANDUNGAN HADIR DI UPTD PUSKESMAS PENEBEL II