LIMA PILAR STBM
Lima Pilar STBM: Memahami Elemen, Definisi, dan Manfaatnya untuk Masyarakat
Kesehatan lingkungan adalah kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif. Salah satu pendekatan yang sangat penting untuk mencapai hal tersebut adalah melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). STBM adalah program yang dirancang untuk meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat dengan melibatkan komunitas secara langsung. Artikel ini akan membahas secara mendetail tentang lima pilar STBM, elemen-elemen kunci, definisi, dan manfaatnya bagi masyarakat.
Apa Itu STBM?
STBM adalah pendekatan berbasis masyarakat yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungan melalui partisipasi aktif dari komunitas. Program ini dirancang untuk mengubah perilaku masyarakat terkait sanitasi dan higiene dengan cara yang berkelanjutan. STBM melibatkan pendekatan holistik yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur tetapi juga pada perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.
Lima Pilar STBM
Program STBM terdiri dari lima pilar utama yang harus diterapkan untuk mencapai tujuan sanitasi yang sehat dan berkelanjutan. Kelima pilar ini adalah:
- Penghentian Buang Air Besar Sembarangan (BABS)
- Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
- Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga
- Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
- Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga
Mari kita bahas masing-masing pilar secara rinci.
1. Penghentian Buang Air Besar Sembarangan (BABS)
Definisi dan Elemen:
Penghentian Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah pilar pertama STBM yang menekankan pentingnya menghindari buang air besar sembarangan. BABS mencakup penggunaan jamban yang layak dan aman, serta pengelolaan limbah tinja dengan benar. Elemen-elemen kunci dalam pilar ini meliputi:
- Pembangunan Jamban: Memastikan setiap rumah tangga memiliki fasilitas jamban yang memadai.
- Perawatan Jamban: Menjaga kebersihan dan perawatan jamban agar tetap berfungsi dengan baik.
- Edukasi Masyarakat: Memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya BABS dan keuntungan menggunakan jamban yang sehat.
Manfaat:
- Kesehatan Masyarakat: Mengurangi risiko penyakit menular seperti diare, kolera, dan infeksi parasit.
- Kebersihan Lingkungan: Menghindari pencemaran lingkungan dan sumber air dari kotoran manusia.
- Kenyamanan dan Privasi: Memberikan privasi dan kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas buang air besar.
2. Cuci Tangan Pakai Sabun
dakah saran-saran / fakta terkait Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang jarang diketahui?
Ada beberapa:
-
- Sabun dalam CTPS berfungsi bukan untuk mematikan kuman, namun untuk melarutkan/melunturkan kuman yang ada di tangan sehingga dapat digelontor oleh air.(Sumber: Artikel CTPS 1);
- Ketika mencuci tangan di tempat umum, keringkan tangan dengan tisu /sapu tangan /lap bersih, hindari mesin hand drier karena biasanya jarang dibersihkan sehingga mengandung kuman. (Sumber: Artikel CTPS 2)
Apa saja keuntungan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)?
Diare dan ISPA dilaporkan telah membunuh 4 juta anak setiap tahun di Negara-Negara berkembang.
Anak-anak yang tumbuh di daerah miskin berisiko meninggal 10 kali lebih besar dari pada mereka yang tinggal di daerah kaya.
Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit, dan praktik CTPS dapat mencegah 1 juta kematian tersebut di atas.
Praktik CTPS setelah ke jamban atau menceboki anak, dan sebelum menjamah makanan dapat menurunkan hampir separuh kasus diare, dan sekitar seperempat kasus ISPA. Paraktik CTPS juga dapat mencegah infeksi kulit, mata, dan orang dengan HIV/AIDS.
Mengapa tidak cukup hanya dengan mencuci tangan saja?
Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup.
Penggunaan sabun selain membantu singkatnya waktu cuci tangan, dengan menggosok jemari dengan sabun menghilangkan kuman yang tidak tampak minyak/ lemak/ kotoran di permukaan kulit, serta meninggalkan bau wangi.
Perpaduan kebersihan, bau wangi dan perasaan segar merupakan hal positif yang di peroleh setelah menggunakan sabun.
Kapan waktu terpenting seseorang harus melakukan CTPS?
Di Indonesia diperkenalkan 5 waktu penting:
-
- Setelah buang air besar (BAB);
- Setelah membersihkan anak yang buang air besar (BAB);
- Sebelum menyiapkan makanan;
- Sebelum makan;
- Setelah memegang/menyentuh hewan.
Bagaimana cara CTPS yang benar?

Praktik CTPS yang benar memerlukan sabun dan sedikit air mengalir.
Air mengalir dari kran bukan keharusan yang penting air mengalir dari sebuah wadah bisa berupa botol, kaleng, ember tinggi, gentong, jerigen atau gayung.
Tangan yang basah disabuni, digosok-gosok bagian telapak maupun punggungnya, terutama di bawah kuku minimal 20 detik. Bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan air bersih atau kain, kibas-kibaskan di udara.
Cara termudah untuk waktu 20 detik adalah mencari lagu favorit anak yang dapat dinyanyikan dalam 20 detik. Misalnya lagu (Happy Birthday)Â dinyanyikan 2 kali.
Apakah sabun anti bakteri lebih baik dalam memutuskan rantai penyebab penyakit dari pada sabun biasa?
Dengan penggunaan yang tepat, semua jenis sabun efektif dalam membantu melunturkan kotoran/kuman (penyebab diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas) dari tangan.
Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki akses terhadap sabun?
Ketiadaan sabun bukan suatu penghalang praktik CTPS di rumah. Hasil penelitian menunjukkan sabun telah dapat di jangkau oleh lebih dari 90% rumah tangga di Indonesia.
Masalahnya tidak semua menggunakan sabun tersebut untuk mencuci tangan. Mencuci pakaian, mandi dan mencuci peralatan makan merupakan prioritas utama pengguna sabun rumah tangga.
3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga
Definisi : Pengolahan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT) dipenuhi apabila setiap
individu dalam rumah tangga melaksanakan pengolahan air minum dan makanan yang
aman secara berkelanjutan serta menyediakan dan menggunakan tempat pengolahan air
minum dan makanan rumah tangga yang aman. Adapun definisi operasional Pilar 3
adalah sebagai berikut

Pengolahan air minum di rumah tangga dilakukan untuk mendapatkan air dengan kualitas air minum. Cara pengolahan yang disarankan yaitu:
a. Klorinasi, contoh: klorin cair, klorin tablet, dan sebagainya.
b. Disinfeksi, contoh: merebus, sodis (Solar Water Disinfection)
c. Filtrasi (penyaringan), contoh: biosand filter, keramik filter, dan sebagainya.
Pengolahan makanan rumah tangga yang aman
Pengolahan makanan rumah tangga yang aman yaitu kondisi ketika setiap rumah
tangga (RT) melaksanakan pengamanan pangan (makanan dan minuman), dari
gangguan vektor dan binatang pembawa penyakit serta, kontaminasi kuman penyakit
dan/atau kontaminan lainnya.
Indikasi RT melakukan pengolahan makanan rumah tangga yang aman yaitu:
1) pangan tertutup dengan baik dengan penutup yang bersih
2) pangan tidak berdekatan bahan berbahaya dan beracun (deterjen, pestisida,
cairan obat nyamuk, dan sejenisnya)
3) melakukan praktik penanganan pangan yang baik dan benar
4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Definisi dan Elemen:
Pilar ketiga STBM menekankan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dengan cara yang efisien dan ramah lingkungan. Elemen-elemen kunci dalam pilar ini meliputi:
- Pengumpulan Sampah: Mengumpulkan sampah secara teratur untuk menghindari penumpukan.
- Pemisahan Sampah: Memisahkan sampah organik dan non-organik untuk memudahkan proses pengolahan.
- Daur Ulang dan Komposting: Mengolah sampah organik menjadi kompos dan mendaur ulang sampah non-organik.
Manfaat:
- Kesehatan Lingkungan: Mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara dari sampah.
- Pengurangan Risiko Penyakit: Mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh sampah yang menumpuk.
- Sumber Daya Berharga: Sampah dapat diolah menjadi kompos atau bahan daur ulang yang berguna.
5. Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga
Definisi dan Elemen:
Pilar keempat berfokus pada pengelolaan air limbah dari kegiatan rumah tangga, seperti mandi, mencuci, dan memasak. Elemen-elemen kunci dalam pilar ini meliputi:
- Sistem Pembuangan Air Limbah: Memastikan air limbah dibuang melalui sistem pembuangan yang benar.
- Pengolahan Air Limbah: Mengolah air limbah sebelum dibuang ke lingkungan untuk mengurangi pencemaran.
- Pencegahan Kontaminasi: Mencegah kontaminasi air bersih dengan air limbah.
Manfaat:
- Kesehatan Masyarakat: Mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh pencemaran air.
- Kebersihan Lingkungan: Menghindari pencemaran sumber air dan lingkungan sekitar.
- Keberlanjutan: Memastikan penggunaan air yang efisien dan berkelanjutan.
eferensi:
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2021). Personal Hygiene. Retrieved from CDC.

“Deteksi Dini Tuberkulosis: Upaya Efektif Memutus Rantai Penularan dan Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”
TEBA MODERN: Solusi Cerdas Pengolahan Sampah Berbasis Sumber
Hepatitis pada Ibu Hamil: Pentingnya Pemeriksaan Dini untuk Menurunkan Risiko Kesakitan
Pengaruh Minuman Berpengawet, Berpewarna, Berperisa Sintetik, dan Minuman Berprotein Tinggi Terhadap Kasus Gagal Ginjal pada Remaja
Kurangnya Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi, Pengaruh Teman Sebaya, Pengawasan Orang Tua, Pengaruh Akses Pornografi, dan Dampaknya terhadap Tingginya Kasus Kehamilan Tidak Diinginkan
Program Inovasi YUKS (Yoga Untuk Kehamilan Sehat): Menyongsong Kehamilan Sehat dan Bahagia
UPTD Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya Pertama untuk Penyelarasan Program dan Target Kinerja
IMPLEMENTASI CORE VALUE ASN BERAKHLAK
Perkuat Sinergi Lintas Sektor, UPTD Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya ke IV
PELAYANAN DOKTER SPESIALIS ANAK DAN KANDUNGAN HADIR DI UPTD PUSKESMAS PENEBEL II