Mencegah Kehamilan Tidak Diinginkan pada Remaja: Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat”
Pengertian Kehamilan Tidak Diinginkan
Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) pada remaja adalah kehamilan yang terjadi tanpa perencanaan atau persiapan yang matang. KTD ini sering disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang alat kontrasepsi atau penggunaannya yang salah. Kehamilan ini dapat menimbulkan berbagai masalah bagi remaja, seperti stres, depresi, penolakan keluarga atau masyarakat, putus sekolah, serta gangguan kesehatan ibu dan bayi yang terganggu, bahkan hingga kematian.
Faktor Penyebab KTD pada Remaja
Beberapa faktor yang memicu terjadinya KTD pada remaja antara lain:
- Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas: Remaja sering mendapatkan informasi yang salah atau tidak lengkap tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas dari teman sebaya, media sosial, atau sumber yang tidak terpercaya. Hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman, kebingungan, atau perilaku berisiko.
- Kurangnya komunikasi dan dukungan dari orang tua atau orang dewasa yang dipercaya: Remaja sering merasa malu, takut, atau tidak nyaman untuk membicarakan masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas dengan orang tua atau orang dewasa yang dipercaya. Hal ini dapat menyebabkan remaja tidak mendapatkan bimbingan, nasihat, atau bantuan yang tepat saat menghadapi masalah kesehatan reproduksi.
- Pengaruh lingkungan dan pergaulan yang negatif: Remaja sering terpengaruh oleh lingkungan dan pergaulan yang negatif, seperti teman sebaya yang melakukan seks bebas, narkoba, atau kekerasan. Hal ini dapat membuat remaja ikut-ikutan melakukan hal yang sama tanpa mempertimbangkan akibatnya.
- Tekanan sosial budaya atau agama: Remaja sering mengalami tekanan sosial budaya atau agama yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan hak-hak mereka sebagai manusia. Misalnya, remaja dipaksa menikah dini karena adat istiadat, hamil di luar nikah karena tidak boleh menggunakan alat kontrasepsi, atau melakukan aborsi karena takut dikucilkan oleh masyarakat.

Dampak KTD pada Remaja
Kehamilan yang tidak diinginkan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik fisik, mental, sosial, maupun ekonomi, antara lain:
- Tekanan psikologis dan sanksi sosial dari lingkungan.
- Putus sekolah atau kesulitan melanjutkan pendidikan.
- Risiko kesehatan, seperti gangguan pada organ reproduksi dan peningkatan kasus aborsi tidak aman.
- Perasaan malu hingga depresi.
- Sensitif atau mudah marah.
- Keterbatasan akses ekonomi dan peluang masa depan yang terhambat.
Upaya Pencegahan KTD
Pencegahan KTD memerlukan peran aktif dari berbagai pihak:
1. Peran Orang Tua
- Menanamkan pola asuh yang baik dan komunikasi yang efektif.
- Membekali anak dengan dasar moral dan agama.
- Menjadi tokoh panutan dan teman diskusi bagi anak.
2. Peran Pendidik/Guru
- Memberikan informasi yang benar terkait masalah yang rentan dihadapi remaja.
- Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman dan aman bagi siswa.
- Meningkatkan deteksi dini terjadinya perilaku yang menyimpang pada remaja.
3. Peran Media
- Menyajikan tayangan yang mendidik dan tidak menjerumuskan.
- Tidak menayangkan sinetron atau film yang cenderung memprovokasi remaja untuk melakukan tindakan menyimpang termasuk seks bebas.
- Bertanggung jawab menyajikan tayangan yang layak untuk ditonton bagi remaja.
4. Peran Remaja Itu Sendiri
- Mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif.
- Perbanyak informasi yang penting dan berguna untuk pengembangan diri.
- Lebih berhati-hati dalam menyerap informasi dari sumber yang tidak jelas.
- Hati-hati dalam bergaul dan memilih teman, karena bisa jadi teman dekat yang dapat menjerumuskan untuk melakukan seks bebas sehingga berujung pada KTD.
- Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terjadi KTD?

Jika seorang remaja mengalami KTD, langkah-langkah yang dapat diambil antara lain:
- Beritahukan kehamilan yang terjadi kepada orang yang dipercaya, terutama kepada keluarga (orangtua) kedua belah pihak.
- Konseling adalah solusi terbaik mengatasi KTD. Untuk itu segeralah cari pelayanan konseling untuk masalah ini yang ada di daerah anda. Dengan melakukan konseling remaja perempuan yang mengalami KTD memiliki hak untuk memutuskan pilihan yang terbaik yang akan dilakukan terhadap kehamilannya.
Dukungan lingkungan sangat diperlukan. Kepedulian, perhatian serta pengertian sangat dibutuhkan khususnya bagi remaja. Jangan sampai pihak yang seharusnya mendampingi terutama orang tua malah menyalahkan dan akan membuat remaja semakin merasa bersalah dan terperosok. Sekarang bukan bagaimana mencari siapa yang bersalah tapi bagaimana mencari pemecahan masalah bersama.
Referensi :
- https://fikes.umsida.ac.id/mengatasi-kehamilan-tidak-diinginkan
- https://an-nur.ac.id/blog/kesehatan-reproduksi-remaja-pengertian-masalah-faktor-pemicu-dan-kehamilan-dini.html
- https://jurnal.abdimas.id/index.php/peradaban/article/view/31
- https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/article/view/13999

“Deteksi Dini Tuberkulosis: Upaya Efektif Memutus Rantai Penularan dan Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”
TEBA MODERN: Solusi Cerdas Pengolahan Sampah Berbasis Sumber
Hepatitis pada Ibu Hamil: Pentingnya Pemeriksaan Dini untuk Menurunkan Risiko Kesakitan
Pengaruh Minuman Berpengawet, Berpewarna, Berperisa Sintetik, dan Minuman Berprotein Tinggi Terhadap Kasus Gagal Ginjal pada Remaja
Kurangnya Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi, Pengaruh Teman Sebaya, Pengawasan Orang Tua, Pengaruh Akses Pornografi, dan Dampaknya terhadap Tingginya Kasus Kehamilan Tidak Diinginkan
Program Inovasi YUKS (Yoga Untuk Kehamilan Sehat): Menyongsong Kehamilan Sehat dan Bahagia
UPTD Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya Pertama untuk Penyelarasan Program dan Target Kinerja
IMPLEMENTASI CORE VALUE ASN BERAKHLAK
Perkuat Sinergi Lintas Sektor, UPTD Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya ke IV
PELAYANAN DOKTER SPESIALIS ANAK DAN KANDUNGAN HADIR DI UPTD PUSKESMAS PENEBEL II