Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya Triwulan Untuk Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Pelaksanaan kegiatan minilokakarya lintas sektor UPTD Puskesmas Penebel II berlangsung pada Rabu, 25 Maret 2026, bertempat di Aula Puskesmas Penebel II. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap triwulan yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antara sektor kesehatan dengan lintas sektor terkait dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Penebel II. Rapat ini dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Camat, para Perbekel, Kapolsek, Danramil, perwakilan Dinas Pendidikan, Puskeswan, Dinas Pertanian, serta sektor lain yang memiliki peran strategis dalam pembangunan kesehatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program-program kesehatan yang berkelanjutan dan terintegrasi. Suasana rapat berlangsung aktif dan komunikatif, di mana setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, saran, maupun kendala yang dihadapi di lapangan.

Dalam sambutannya, Kepala UPTD Puskesmas Penebel II, dr. Panggah Pramono, menyampaikan berbagai capaian dan kondisi terkini pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya. Ia memaparkan terkait ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di Puskesmas, baik tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga non kesehatan (non nakes), yang menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, disampaikan pula capaian kinerja Puskesmas selama tahun 2025 yang mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) maupun indikator non-SPM. Secara umum, terdapat beberapa indikator yang telah mencapai target, namun masih terdapat pula beberapa program yang memerlukan perhatian dan penguatan. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah laporan terkait stunting, yang masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Berbagai kendala dalam pencapaian kinerja juga dipaparkan, seperti keterbatasan SDM, kondisi geografis, serta tingkat kesadaran masyarakat yang masih perlu ditingkatkan dalam memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal.

Lebih lanjut, dr. Panggah Pramono juga menekankan pentingnya peran lintas sektor dalam mendukung upaya promotif dan preventif, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya skrining kesehatan secara rutin. Ia menghimbau kepada seluruh pihak yang hadir untuk turut membantu mensosialisasikan kepada masyarakat agar melakukan skrining kesehatan minimal satu kali dalam setahun. Hal ini dinilai sangat penting untuk mendeteksi secara dini berbagai penyakit, baik menular maupun tidak menular, sehingga dapat segera ditangani dengan tepat. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan berbagai isu strategis bidang kesehatan yang menjadi perhatian di tahun 2026, di antaranya masih ditemukannya penularan penyakit menular seperti TBC, HIV/AIDS, DBD, dan kusta, serta adanya peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, kanker, dan penyakit jantung. Selain itu, tingginya prevalensi stunting dan masalah gizi lainnya juga menjadi isu krusial yang memerlukan intervensi lintas sektor secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, kondisi sebagian besar puskesmas pembantu yang mengalami kerusakan sedang hingga berat turut menjadi tantangan dalam penyediaan layanan kesehatan yang optimal. Kesenjangan kualitas dan ketersediaan tenaga kesehatan juga menjadi perhatian yang perlu segera diatasi melalui perencanaan dan kebijakan yang tepat.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, Kepala UPTD Puskesmas Penebel II juga menginformasikan adanya perubahan jam operasional pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) yang mulai berlaku sejak Januari 2026. Pelayanan UGD kini dibuka selama 12 jam, mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WITA, guna memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan kegawatdaruratan. Kebijakan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Di akhir kegiatan, seluruh peserta rapat melakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesepakatan dan dukungan terhadap program-program kesehatan yang telah direncanakan. Penandatanganan ini menjadi simbol sinergi dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing. Dengan terselenggaranya minilokakarya lintas sektor ini, diharapkan koordinasi antar sektor semakin kuat dan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di tahun 2026 dan seterusnya.


“SKRINING HPV DNA, KUNCI PENCEGAHAN KANKER SERVIKS PADA PEREMPUAN USIA 30–69 TAHUN”
IMPLEMENTASI CORE VALUE ASN BERAKHLAK
Program Imunisasi Heksavalen: Terobosan Baru Perlindungan Bagi Kesehatan Anak
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, Puskesmas Penebel II Bahas Kinerja dan Strategi Kesehatan Triwulan Pertama
Pelaksanaan Rapat Mini Lokakarya Ke-1 di UPTD Puskesmas Penebel II: Meningkatkan Kerjasama Tim dan Perencanaan Kegiatan Puskesmas
Upacara Peringatan Hari Bela Negara di UPTD Puskesmas Penebel II
Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya Triwulan Untuk Perkuat Sinergi Lintas Sektor
UPTD Puskesmas Penebel II Gelar Minilokakarya Pertama untuk Penyelarasan Program dan Target Kinerja